20 Mei 2014

-

Penilaian Lomba Sekolah

-

Penilaian Tingkat Nasional

-

Pembicara Pada Acara Dialog Nasional

-

Acara Puncak Peringatan BBGRM XI & HKG-PKK Ke 42

-

Memberikan Ceramah pada Diklat Kepemimpinan Tk. III di Pusdiklat Regional Bukittinggi

» agenda lainnya

Jum'at, 19 September 2014 / 24 Zulqaidah 1435 H
Berita Detil

Senin, 06/02/2012  16:47 WIB

DKP Agam Targetkan 60 Ribu Ton tahun 2012.

Dinas Kelautan dan Perikanaan Kabupaten Agam, pada tahun 2012 ini menargetkan hasil perikanan sekitar 60.000 ton dan ini untuk mewujudkan visi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia (KKP RI). "Pada tahun 2012 ini, kita mendapatkan targetkan produksi ikan sebanyak 60.020 ton pertahun," kata Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Agam Ermanto. Senin (06/02).


Pada tahun 2010, Kabupaten Agam mendapatkan target sebanyak 41.863 ton, sedangkan tahun 2011 sebanyak 48.011 ton. Hal ini telah tercapai, sehingga Kabupaten Agam memiliki potensi ikan terbesar di Sumatera Barat. "Pada tahun 2014 Pemkab Agam mendapatkan target mencapai 90.837 ton," tambah Ermanto. Menurutnya, permasalahan yang dihadapi saat sekarang yakni terbatasnya teknologi perikanan baik budidaya maupun perikanan tangkap belum terosialisasi secara merata, sehingga terjadinya pengrusakan lingkungan yang mengakibatkan menurunnya kualitas sumberdaya kelautan dan perikanan.

Sedangkan, punahnya ikan spesifik lokal akibat pemboman, racun, sentrum dan ilegal fising terhadap perikanan laut. Untuk itu, potensi sumberdaya spesifik lokal yang  mulai menurun dan hampir punah, kegiatan restocking dan budidaya tidak seimbang dengan lajunya penangkapan. Sementara itu, spesies lokal banyak yang belum dapat dikembangkan secara budidaya, serta rendahnya dalam memamfaatkan sumberdaya ikan yang ramah lingkungan dengan menangkap tidak ramah lingkungan. lalu, penegakan hukum harus sesuai dengan UU perikanan 31/2004 dengan UU no. 45 tahun 2009 dalam pelaksanaan.

Untuk itu,  perlu adanya payung hukum dalam pengelolaan sumber daya perairan air tawar atau laut di daerah,  dan diharapkan kegiatan restoking, pembuatan ransau atau rumpon serta lubuk larangan untuk sungai-sungai  sangat diperlukan untuk melindungi dan meningkatkan hasil penangkapan ikan baik di air laut maupun di air tawar. serta perlu dilakukan zonansi perairan untuk melindungi plasma nutfah yang ada (zona penangkapan, nurseri ground dan budidaya konservasi). Sehingga, hasil tangkapan yang dilakukan oleh masyarakat dapat meningkat dari tahun ketahun dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat, ujarnya mengakhiri.

Bag. Humas Setda Kab. Agam

 Disajikan Oleh : Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: